Serang, Lenteranews - Sejumlah pengerjaan reparasi dan pemeliharaan kapal (docking) di beberapa galangan kapal dilaporkan mengalami keterlambatan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi dan angin kencang yang terjadi di Wilayah Banten dan sekitarnya menjadi faktor utama penghambat proses teknis di lapangan.
Pihak galangan menyatakan bahwa sebagian besar tahapan krusial dalam reparasi kapal sangat bergantung pada kondisi cuaca yang kering. Pekerjaan seperti pengepalan lambung (blasting), pengecatan ulang, hingga pengelasan struktur utama tidak dapat dilakukan saat hujan turun.
"Kami menghentikan aktivitas pengecatan dan pengelasan demi menjaga kualitas standar keamanan dan ketahanan material. Jika dipaksakan dalam kondisi lembap atau basah, cat tidak akan merekat sempurna dan hasil las berisiko mengalami keretakan," kata Divisi Supervisor Project PT. Arjaya Berkah Marine, Yusup Alrohim, Kamis (22/1/2026).
Keterlambatan ini, lanjut Yusup, mulai berdampak terhadap Kapal-kapal yang seharusnya sudah kembali melaut untuk melayani jalur logistik kini harus tertahan lebih lama di area galangan.
Untuk mensiasati kendala tersebut, pihak management Arjaya Berkah Marine kini menerapkan sistem kerja shift yang lebih fleksibel. Para pekerja dikerahkan secara maksimal pada saat cuaca cerah, untuk mengejar ketertinggalan progres.
"Kita memaksimalkan kondisi cuaca ketika cerah," tukasnya.
Pihak otoritas pelabuhan juga terus menghimbau agar para pekerja galangan tetap mengutamakan keselamatan kerja (K3) dan tidak memaksakan operasional jika kecepatan angin melampaui batas aman.
Sementar itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk yang masih akan berlangsung hingga akhir bulan.
Para pelaku industri maritim diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan kerugian material yang lebih besar.
